Sore ini, Sumedang lagi hujan.
Mengakibatkan cuaca yang dingin, dingin-dingin syahdu gitu. Enggak deh, dingin bikin masuk angin. But maybe a Cup of Coffee nor a cup of a hot tea nor it can be a cup of hot chocolate will be good for this kinda weather. Dan, karena sore ini sore hujan yang sejuk maka gue putuskan untuk berceritera tentang perasaan.
Pengalaman perasaan lebih tepat nya.
it can be any kind of feeling. Boleh kan?
Pengalaman perasaan lebih tepat nya.
it can be any kind of feeling. Boleh kan?
I don't want to lose you, darling
This can't be the end
Hanging by a thread
Right over the edge
Promise me you're gonna hold on
Don't give up on me right now
And please just don't look down
Btw, gue lagi seneng banget dengerin lagu nya Secondhand Serenade yang ini. Ada yang tau ini penggalan lirik dari lagu apa?
YEAP BENAR! Judul lagunya don't look down. Kalo lagi ujan terus lagu ini kindly play as a random playlist, gue suka tibatiba melow gitu. Kaya, atuhlah plis naha sih bet lagu ieu? Padahal mah gak ada memori apa-apa juga. Sedih aja gitu lagunya teh kaya nyuruh, jangan menyerah atuh kamu teh kita kan udah sejauh ini. Gitulah kira-kira kalo diterjemahin jadi bahasa anak jaman sekarang.
Ngomong-ngomong soal perasaan, menurut gue itu adalah sebuah hal yang sangat random dan abstrak, you really don't know where it goes.
Perasaan apa dulu nih? Perasaan tentang apapun.
Tentang kenyamanan, kesedihan, kepusingan, kemarahan- benar-benar apapun. Rasanya semua orang juga bakalan tau sama konsep ini. Iya sih, cuman kadang-kadang gue suka jadi terkagum-kagum sendiri dengan ke-random-an ini. Gue bener-bener gakan tau bisa tiba-tiba suka sama lagu-lagu yang gue pikir sebelumnya kaya gue ga bakalan suka sama lagu itu. Dan ini berlaku juga pada manusia.
Si rere anaknya emang seneng banget sama sesuatu yang berbau un-expected. Dan kayanya ucapan emang sering kali jadi doa. everythings happen in me, is an un-expected things. Bingung gak lo, mesti sedih apa bahagia? I can suddenly adore someone, falling love with someone just for no reason. For no reason banget sih enggak, tapi emang gak pernah ada alasan khusus. Jadi kalo nanya, ko suka sih sama dirinya?
I'll answer, I dont know, I just did.
Iya gak sih? Kalian pasti pernah begitu juga kan?
Tapi dibalik ke un-expected-an ini, suka sedih juga sih emang, kenapa alur hidup gue gabisa kaya yang lain yang terlihat very easy dan sesuai keinginan. Kaya, kenalan - deket - ngeceng satu sama lain- cocok - jadian deh. Ketidakberuntungan ku kadang membawa gue pada alur yang begini, gue ngeceng dia - temenan - temenan - temenan - selamanya. Oke bye! Hahahahahahahaha
Case nya gak selalu begitu sih, tapi hampir semua endingnya gue hanya berteman baik dengan mereka. Gue rasanya ingin menertawakan diri sendiri. Oh iya sudah ya tadi diatas.
Tetapi teman-teman, semakin dewasa gue semakin memetik banyak pelajaran hidup yang berharga termasuk soal perasaan yang njelimet ini. Semakin gede, semakin gue gamau ambil pusing. Udah gamau ngode-ngode kaya anak pramuka lagi. Galau-galau kaya ABG apalagi, ewh! Tapi, kalo rindu ditengah-tengah hujan mah sih emang masih suka bikin krenyes-krenyes sedikit lah, sedikit aja.
Sekarang gue lebih seneng ngomong langsung sama orang nya, agar supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Tentang apapun itu. Karena reyna yang sudah tua ini sudah malas menebak-nebak, malas memprediksi dan berpikir kalau komunikasi adalah hal yang sangat-sangat penting. If you think your feelings is an important things to talk about, then speak up. Terus gimana dong nanti jawabannya? Aduh tapi aku malu. Aduh tapi aku gak berani. Here the things you need to know, langkah apapun yang kamu ambil itu punya timbal balik nya masing-masing. its your life, feel free to choose. Gue juga begitu ko. Gak semua perasaan gue ceritain dan gak ke semua orang juga gue bisa di ceritain.
Perasaan dan tektek bengeknya adalah hak asasi manusia. Dan hak lo juga mau lo apain tuh si perasaan. As long as it not harm you and the people around you aja sih kalo menurut gue.
What do you think? Agree? Disagree?
Gak nyambung kan sama judul nya?
Gapapa.
Perasaan apa dulu nih? Perasaan tentang apapun.
Tentang kenyamanan, kesedihan, kepusingan, kemarahan- benar-benar apapun. Rasanya semua orang juga bakalan tau sama konsep ini. Iya sih, cuman kadang-kadang gue suka jadi terkagum-kagum sendiri dengan ke-random-an ini. Gue bener-bener gakan tau bisa tiba-tiba suka sama lagu-lagu yang gue pikir sebelumnya kaya gue ga bakalan suka sama lagu itu. Dan ini berlaku juga pada manusia.
Si rere anaknya emang seneng banget sama sesuatu yang berbau un-expected. Dan kayanya ucapan emang sering kali jadi doa. everythings happen in me, is an un-expected things. Bingung gak lo, mesti sedih apa bahagia? I can suddenly adore someone, falling love with someone just for no reason. For no reason banget sih enggak, tapi emang gak pernah ada alasan khusus. Jadi kalo nanya, ko suka sih sama dirinya?
I'll answer, I dont know, I just did.
Iya gak sih? Kalian pasti pernah begitu juga kan?
Tapi dibalik ke un-expected-an ini, suka sedih juga sih emang, kenapa alur hidup gue gabisa kaya yang lain yang terlihat very easy dan sesuai keinginan. Kaya, kenalan - deket - ngeceng satu sama lain- cocok - jadian deh. Ketidakberuntungan ku kadang membawa gue pada alur yang begini, gue ngeceng dia - temenan - temenan - temenan - selamanya. Oke bye! Hahahahahahahaha
Case nya gak selalu begitu sih, tapi hampir semua endingnya gue hanya berteman baik dengan mereka. Gue rasanya ingin menertawakan diri sendiri. Oh iya sudah ya tadi diatas.
Tetapi teman-teman, semakin dewasa gue semakin memetik banyak pelajaran hidup yang berharga termasuk soal perasaan yang njelimet ini. Semakin gede, semakin gue gamau ambil pusing. Udah gamau ngode-ngode kaya anak pramuka lagi. Galau-galau kaya ABG apalagi, ewh! Tapi, kalo rindu ditengah-tengah hujan mah sih emang masih suka bikin krenyes-krenyes sedikit lah, sedikit aja.
Sekarang gue lebih seneng ngomong langsung sama orang nya, agar supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Tentang apapun itu. Karena reyna yang sudah tua ini sudah malas menebak-nebak, malas memprediksi dan berpikir kalau komunikasi adalah hal yang sangat-sangat penting. If you think your feelings is an important things to talk about, then speak up. Terus gimana dong nanti jawabannya? Aduh tapi aku malu. Aduh tapi aku gak berani. Here the things you need to know, langkah apapun yang kamu ambil itu punya timbal balik nya masing-masing. its your life, feel free to choose. Gue juga begitu ko. Gak semua perasaan gue ceritain dan gak ke semua orang juga gue bisa di ceritain.
Perasaan dan tektek bengeknya adalah hak asasi manusia. Dan hak lo juga mau lo apain tuh si perasaan. As long as it not harm you and the people around you aja sih kalo menurut gue.
What do you think? Agree? Disagree?
Gak nyambung kan sama judul nya?
Gapapa.