Taun ini gue 24 tahun.
yap, 24 tahun.
Tapi, gatau kenapa memori gue kayanya selalu stuck in my 23 years old. Kalo ada yang gak sengaja nanyain umur gue, gue pasti secara gak sadar akan bilang, 23 taun. Atau karena alam bawah sadar gue gak rela ya kalo gue udah lewat 23 taun. Yah, gue juga emang gak rela sih knowing me growing up, growing old. Orang-orang yang seumuran gue saat ini pasti akan sangat menjungjung si Peter Pan (Film nya Disney ya, bukan band), They will said, now we understand why Peter Pan didn't want to grow up. Sesekali aja sih mikir kaya gitunya, kalo lagi ngerasa bingung gatau harus ngapain. Begitulah hidup gue, tidak terarah (kasih backsound sedih).
Jadi, apa yang sudah kalian temukan di umur 24? gue? banyaaaaak!
Yang paling sering terbesit di otak gue adalah pemikiran tentang konsep hidup dan menjadi dewasa, gue selalu ngomong sama diri sendiri, ternyata hidup tidak semudah yang sering banget gue bayangkan. Kaya timeline hidup yang kaya gini, Sekolah - Kuliah - Kerja - Menikah. Padahal mah bisa aja step nya dibalik jadi Sekolah - Kerja -Kuliah - Nikah, atau berubah jadi yang lain, gak melulu harus kaya pemikiran gue yang tradisional itu. Semakin gede gue jadi semakin sering mikir. Iya, dari kecil gue mah anaknya emang males mikir. Sekarang malah yang gak penting aja bisa kepikiran, kaya semuanya keliatan rumit, ruwet aja gitu. Kemana kah Reyna yang dipenuhi dengan ke simplicty-an hidup? Orang-orang bijak mungkin akan bilang, mungkin emang gabisa selamanya lo me-simplicity-kan hidup, ada masa dimana lo emang harus menjadi complicated, atau menjadi bijaksana, atau menjadi pemikir atau apapun yang dibutuhkan pada saat itu.
Benar, mereka benar.
Dan hal yang paling gue benci adalah gue menjadi orang yang lebih sensitif. Bawaan lahir gue tuh udah jadi Reyna Sensitif Pumieda, makin gede gue jadi makin sensitif. Like, oh I love feeding my ego. ewh! Menjijikan kamu Reyna! Begitu ujarku pada diri sendiri. Sampe lo berada di momen, lo udah males buat bersosialisasi sama orang-orang. Baik itu orang-orang yang sudah lama kau kenal maupun orang-orang yang baru. Padahal, They has nothing to do with me and my life, terus salahnya dimana? Ya di gue nya lah. Apakah ini salah satu step yang mesti gue lalui untuk jadi dewasa? ah menjadi tua kali lo mah rey, bukan dewasa (menghujat diri sendiri). Lalu ini efek samping dari apa??? Bukan efek samping dari apa-apa sih. It just you. Dan cuma lo yang tau, tau cara benerin-nya kaya gimana.
Hi Life, can we be a friend?